javascript

Apakah Javascript?

Posted on Januari 10, 2010 by Tomy Hendarman

Javascript adalah sebuah teknologi yang sekarang sangat dikenal dan melekat pada teknologi web. Seperti halnya HTML, Javascript telah menjadi standar bagi pengembangan website. Disertakan dalam halaman HTML sebagai salah satu cara untuk menambahkan interaktivitas bagi HTML yang sifatnya statis, tidak mengizinkan pemrograman dan hal-hal yang berhubungan dengan logika.

Javascript telah berkembang dengan baik dan diterima sebagai standar bahasa pemrograman pada website. Faktanya, saat ini javascript bukan hanya sekedar sebuah bahasa scripting untuk kebutuhan web, melainkan sudah benar-benar menjadi bahasa yang diterima oleh semua browser, dapat berjalan pada berbagai Sistem Operasi (multi-platform), dan menjadi bahasa pemrograman yang multiguna. Hal ini bukan karena javascript dibuat dan dikembangkan sebagai bahasa pemrograman pada browser, akan tetapi lebih disebabkan oleh sifatnya yang fleksibel, expresif, dan menjadi bahasa yang dapat dipergunakan dengan mudah, baik oleh programmer amatir maupun para professional.

Dengan keberadaan internet seperti sekarang ini, kita dapat mengucapkan terimakasih pada teknologi website yang menghadirkan kemampuan dan kekuatannya untuk berbagai keperluan dalam kehidupan kita, namun kita juga harus berterimakasih kepada Javascript sehingga kita dapat melihat teknologi website yang memiliki kemampuan dan kekuatannya seperti sekarang.

SEJARAH JAVASCRIPT

Javascript pertama kali dibuat sebagai sebuah pengembangan bagi Netscape yang bernama Mocha. Javascript diciptakan pertama kali oleh seorang programmer bernama Brendan Eich yang pada saat itu menciptakan sebuah tambahan kecil untuk memberi kemampuan merespon pada halaman web, terutama bagi form-form website. Netscape dan Sun Microsystems yang mengembangkan Javascript pada saat itu tidak mengarahkan kemampuan baru tersebut untuk mengubah syntax HTML yang telah ada beserta strukturnya yang telah kompleks. Dengan demikian, sebuah bahasa scripting telah lahir, hidup dan berkembang, bertahan hidup hingga saat ini.

Pada bulan Desember 1995, javascript mulai diperkenalkan pada browser Netscape versi 2.0B3. Sebelum peluncuran edisi resminya, namanya bukanlah Javascript melainkan LiveScript. Pada masa itu, bahasa ini banyak dikritik karena kurang aman, pengembangannya terkesan terburu-buru, dan tidak ada pesan kesalahan yang ditampilkan ketika kita membuat kesalahan pada program.

Pada bulan Maret 1996, Netscape 2.0 dilepas ke pasaran dengan versi awal bahasa Javascript. Bulan Agustus 1996 Microsoft meluncurkan Internet Explorer 3.0 dengan fitur yang sama bernama Jscript dengan beberapa tambahan kecil untuk perbaikan.

Bulan Juni 1997, sebuah Badan Standarisasi Internasional bernama ECMA menyetujui untuk meluluskan permintaan Netscape agar bahasa tersebut menjadi bahasa standar. Versi standar bahasa tersebut kemudian dikenal dengan nama ECMAScript (ECMA – 262) dan telah mengalami revisi sebanyak 4 kali sejak tahun 1997 hingga tahun 2009.

Melihat pada sejarahnya, wajar apabila sekarang timbul kebingungan mengenai perbedaan antara JAVASCRIPT, ECMAScript, dan Jscript. Singkatnya, ECMAScript mengacu pada versi yang telah distandarisasi dan dipublikasikan, sedangkan JavaScript dan Jscript lebih merupakan dialek atau implementasi dari bahasa standar tersebut. Namun, seperti halnya merek dagang, nama JavaScript akan tetap melekat pada nama bahasa tersebut, sehingga kita lebih mengenal nama Javascript daripada ECMAScript.

Javascript sering disandingkan dan disalahtafsirkan dengan Java. Hal ini disebabkan oleh nama awalnya yang sama, padahal keduanya berbeda. Sebagai contoh, Java dikembangkan dengan berdasarkan pada Class, sedangkan Javascript hanya berdasarkan pada Object. Javascript adalah bahasa yang dibangun sebagai sebuah bahasa yang sederhana, ringan, dan berdayaguna, sedangkan Java dikembangkan sebagai lingkungan pemrograman yang lengkap. Pengembang yang ingin menggunakan fitur-fitur yang canggih dari Java ke dalam Javascript, biasanya akan berhadapan dengan perbedaan-perbedaan ini.

Javascript saat ini tidak hanya digunakan pada halaman-halaman web. Setelah ECMA melakukan standarisasi, maka bahasa ini kemudian banyak diterapkan sebagai bahasa scripting bagi berbagai jenis teknologi seperti Flash, Adobe Acrobat, Microsoft .NET, dan bahkan dipakai untuk menuliskan widget (aplikasi kecil untuk kegunaan sehari-hari) pada desktop komputer. Tidaklah mengherankan apabila ECMAScript mengalami revisi berkali-kali dalam jangka waktu yang relatif pendek – hal ini menyebabkan para pembuat browser harus memperbarui softwarenya secepatnya meskipun banyak pula yang kurang setuju dengan arah pengembangannya.

Tahapan Programmer untuk Mengembangkan Javascript

Jika Anda orang yang baru belajar bahasa pemrograman, mungkin akan kewalahan dengan jumlah sumber bacaan yang berlimpah di internet. Atau Anda juga bisa membaca beberapa buku yang beredar di pasaran, bahkan mungkin telah mencoba membuat program-program dalam bahasa tersebut agar Anda dapat memahaminya.

John Resig dari pengembang jQuery dan Mozilla yang terkenal, memaparkan bahwa alur umum untuk pengembangan Javascript bagi programmer pemula adalah sebagai berikut:

  • Object Reference ada di mana-mana : Operasi akan sangat berguna apabila melibatkan referensi objek yang sangat besar seperti DOM (Document Object Model) atau sebuah elemen dari halaman web, atau sebuah function. Document Object Model adalah kumpulan yang sangat besar mengenai referensi hierarki objek dan elemen yang dapat dimanipulasi dengan mudah seperti kita melakukan pengaturan property pada objek.
  • Kita dapat membuat objek dan nama sendiri : Biasanya pengembang sadar bahwa Javascript adalah Pemrograman Berorientasi Objek, namun tidak sepenuhnya memahami fitur-fitur yang dapat digunakan, oleh karena itu mereka mulai membuat beberapa API yang mendasar dengan mengikuti prinsip-prinsip Pemrograman Berorientasi Objek.
  • Object Prototype memungkinkan kita untuk menciptakan Object Oriented class : Ketika programmer memahami bagaimana menciptakan instance dari objek dan fungsi untuk membangun pseudo-class, maka ia akan mencoba membuat prototype constructor, dimulai dengan membangun class-based API untuk kegunaan tertentu dan memelihara referensi objek antar program.
  • Closure : pada tahapan ini programmer umumnya menemukan bagaimana closure dapat menolong memecahkan beberapa masalah yang berhubungan dengan tahapan ketiga ketika membangun API Interconnected yang rumit.

Aplikasi yang Menggunakan JavaScript

Seperti sudah dibahas sebelumnya, Javascript atau ECMAScript bukan hanya ditempatkan di halaman web, melainkan di berbagai aplikasi. Tidak mengherankan apabila memiliki bentuk yang berbeda tergantung pada aplikasi apa ia ditempatkan.

Berikut ini adalah contoh-contoh di mana teknologi javascript ditempatkan :

Browser Internet

Browser Internet adalah di mana Javascript berasal dan menjadi platform utamanya. Javascript dapat dijalankan bersamaan dengan halaman web atau bahkan dalam bentuk plug-in seperti pada Firefox. Javascript yang dikembangkan untuk kebutuhan internet tentu harus dapat dijalankan pada berbagai browser internet. Tiga target utama biasanya adalah browser Firefox, Internet Explorer, dan Safari.

Javascript pada browser internet akan dijalankan dengan baik meskipun pada Operating System yang berbeda. Tidak ada perbedaan antara Mac atau PC. Namun, akan sedikit rumit ketika harus diaplikasikan pada platform mobile seperti handphone atau game console. Kebanyakan ponsel menggunakan browser Opera, seperti halnya browser pada Nintendo Wii. Blackberry menggunakan browser dan javascript enginenya sendiri, sedangkan Apple i-Phone menggunakan Safari yang telah dirampingkan.

Salah satu keputusan kunci ketika menuliskan Javascript untuk kebutuhan platform mobile adalah performa tak terukur yang ditawarkan oleh peralatan-peralatan ini. Dalam kasus ini, sangatlah penting untuk menerapkan kode-kode yang memiliki tingkat performa yang tinggi.

Server-Side Javascrip

Meskipun dikembangkan dalam aturan yang berbeda, Javascript telah banyak diterapkan sebagai bahasa server-side scripting, seringkali dipergunakan untuk menampilkan halaman web. Dikembangkan pertama kali oleh Netscape pada tahun 1996 sebagai bagian dari produk Enterprise Server 3.0 dalam bentuk fitur bernama LiveWire. Sekarang banyak server-side framework yang menerapkan Javascript, beberapa di antaranya menggunakan interpreter open source seperti Rhino atau spiderMonkey. Microsoft menggunakan interpreter (bernama Jscript) pada browser dan .NET . Bahkan framework ASP buatan Microsoft pun menawarkan Jscript sebagai bahasa yang dapat dipergunakan. Meskipun saat ini sangat sedikit programmer yang memilih Jscript ketika menulis program menggunakan .NET , akan tetapi Jscript tetap hidup pada produk-produk dari vendor lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: